Home » » HILANG SATU TUMBUH SERIBU | FIRST SHORT STORY

HILANG SATU TUMBUH SERIBU | FIRST SHORT STORY

Written By Unknown on Jumat, 12 April 2013 | 4:20 AM

Ini adalah cerpen pertama saya... pertama kali saya bacakan didepan kelas dan membuat teman-teman pun menangis.
CERPEN PERDANA PISANAN DAN EDISI KHUSUS.
Langsung saja kita mulai...




Hilang Satu Tumbuh Seribu

Hari itu adalah hari yang paling membuatku tak berhenti berfikir. Seorang sdahabat tentu akan selalu ada dikala kita bersedih. Selalu ada dalam suka dan duka.
Namun, apa yang kutemui. Seorang sahabat yang selama ini aku percayai dan aku andalkan tega mempermainkan hatiku sesukanya.
Sahabatku ini aku temui di sebuah perkemahan. Awalnya kita hanya saling melihat dan tersenyum. Tak lama kamipun saling berkenalan. Dia memang jauh denganku. Maka dari itu, kami jarang bertemu. komunikasi pun hanya lewat handphone atau sosial media lainnya.
Walaupun begitu, kami sangat akrab dan komunikasi terus berjalan baik. Bahkan, kami bisa belajar bersama.

Pada suatu ketika aku sedang duduk termenung di meja belajarku. Kebiasaan yang aku lakukan setelah belajar.
Tiba-tiba handphone ku berbunyi. Segera kuangkat, dan terdengarlah suara itu. suara yang selalu menentramkan jiwaku. tapi kali ini lain dari biasanya.BIcaranya sedikit sengil dan terkesan menjaga di setiap perkataan nya. Pembicaraaanku dengan nya lama kelamaan berubah menjadi perdebatan. Aku semakin bingung, kenapa dia mengatakan kata seperti itu. kata yang biasanya ia tak ucapkan. kata yang seperti palu godam memukul hatiku. aku sakit. Sakit. Diperlakukan nya seperti ini. Tak kusangka sahabat yang amat kusayangi tega berkata sedemikian itu kepadaku. Tak terasa, air mataku jatuh deras membasahi pipiku. Betapa tidak hatiku bersedih, sahabat yang selama ini aku kenal. Dia mengata0ngataikmu. dan berkata agar aku tidak menghubunginya lagi. Tanpa kata penutup. Dia menutup telpon nya dengan meninggalkan kata yang tak sepantasnya ia ucapkan. Kucoba untuk menghubunginya lagi. Tapi apa daya, nomernya sudah tidak aktif.

Hari-hariku kini terasa tak bewarna. Kumencoba melupakan nya. Tapi tak bisa, bayangan nya semakin menghantuiku.
Pagi ini kau berangkat sekolah tidak seperti biasanya. Semangat tak lagi ada. Teman-temankupun  merasakan  akan perubahanku itu. Aku hanya bisa menjawab tidak ada apa-apa sebagai respon atas pertanyaan salah seorang sahabatku. Tapi dia terus memaksa aku untuk mengatakan nya. Karena aku memang tidak seperti biasanya yang selalu ceria. Akhirnya, aku ceritakan itu semua. Air mataku serasa semakin deras. Aku tak kuasa menahan nya. Tapi di sisi lain aku tak  tega melihat sahabatku ikut menangis. Aku menguatkan hati. Menghampiri dan memeluk nya erat. Untuk membuatnya tidak khawatir lagi. Aku tersenyum simpul dan berkata tidak papa. aku masih kuat.
Sekarang aku mulai berfikir. Ternyata benar peribahasa mengatakan "HILANG SATU TUMBUH SERIBU" aku masih mempunya banyak sahabat disisiku. Yang askan ada dalam suka dan duka yang akan dengan setia menghiburku. Terimakasih sahabat-sahabatku tercinta. Pengorbanan kalian akan aku ingat hingga nanti.

#(23:11:12)

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Catatan Sekolah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger